Minggu, 03 Desember 2017

Gadis Cantik Operasi Wajah 50 Kali karena ingin mirip dengan Angelina Jolie. Tapi lihat hasilnya malah,....

Sahar Tabar (19) remaja asal Iran ini menjadi olok-olokan banyak orang lantaran obsesinya yang sangat besar untuk menjadi seperti artis idolanya, Angelina Jolie.

Operasi plastik kerap dijadikan solusi bagi sejumlah kalangan untuk mendapatkan bentuk tubuh maupun wajah yang diidam-idamkan.



Meski biaya yang dikeluarkan tak sedikit, nyatanya peminat operasi plastik ini sangat banyak.
Ada yang mendapatkan hasil yang diinginkan, atau ada juga yang tidak.

Bahkan, Sahar Tabar mengaku sudah menjalani setidaknya 50 kali melakukan operasi. Karena Kecintaanya pada sosok Angelina Jolie sampai ia benar-benar terobsesi menjadi seperti Angelina Jolie.



Namun, bukannya mirip, kondisi wajahnya malah menjadi terlihat menakutkan !

Fotonya menjadi viral baru-baru ini di media sosial dan mendapatkan beragam komentar netizen.

Bukannya malah jadi mirip, wajah remaja yang dulunya cantik jelita itu kini malah menjadi ledekan banyak orang. Sebab, hasil operasi yang seharusnya memperindah wajahnya malah membutnya mirip zombie hidup.

Tak hanya itu saja, banya komentar yang tak menyenangkan di foto-foto terbarunya.

Namun, Sahar menyebutkan jika wajahnya kini terlihat kempot lantaran diet ketat, sekarang berat badanya hanya 40 kilogram. 

Tingginya yang hanya 146 cm juga membuatnya terlihat makin kurus, penampakannya malah menyerupai zombie hidup.

Entah apapun yang dilakukan ke wajahnya, gadis yang satu ini jadi memiliki banyak followers.
Akun Instagramnya kini memiliki lebih dari 600.000 pengikut.

Pesulap Demian Adhitya akhirnya muncul...untuk angkat bicara. Begini Ungkapnya....?

Setelah menghebohkan dunia hiburan, pesulap Demian Adhitya akhirnya muncul. Setelah kejadian aksi sulap Death Drop yang gagal dibawakan dan membuat salah satu stuntman-nya terluka parah.

Warganet menunggu pesulap tersebut untuk angkat bicara. Meski tidak bicara secara langsung, Demian mengungkapkan permintaan maafnya di Instagramnya, @_demianaditya_.



"Gw dan pihak keluarga @edison_wardhana minta support dan doanya," tulis Demian.

Dear Netizen, Mohon maaf gw blm membuat statement mengenai kejadian kemarin, karena kita semua masih fokus dgn kesehatan Echon. Nanti akan ada waktunya gw untuk bicara yg terpenting skrg mnta doanya untuk kesembuhan Echon
Fyi, Echon itu sahabat baik gw
dan sudah saling kenal baik sejak 15th yg lalu,
dia bukan hanya sekedar stuntman or team manager aja tapi sudah seperti kakak buat gw.
Jd mohon pengertian dan doanya agar Echon pulih seperti sedia kala.
Terima kasih atas pengertiannya

Demian mengucapkan permohonan maaf kepada warganet atas sikapnya yang masih bungkam hingga saat ini. 

Seperti yang diungkapkan oleh akun @firda_reswara2907, "Wajar Demian ngga bikin statement apapun setelah kejadian itu . Lah wong dia shock ,siapapun juga ngga bakal sempet wawancara sana sini buat jelasin . Yg penting echon sembuh dlu ,setelah itu dia baru angkat bicara .

"Namanya jg musibah siapa yg mau seperti ini. Smoga edison cepet sembuh, dan kluarga di beri ketabahan.. Aamiin (emoji sedih)," tulis akun @@dewi.999.
"Aamiin .. semoga segera diberikan kesembuhan buat echon, terus berkarya buat @_demianaditya_ .. 'sempurna'," ujar akun @hiero_81.

Demian mengatakan bahwa dirinya dan Echon sudah bersahabat sejak 15 tahun yang lalu.

"Fyi, Enchon itu sahabat baik gw dan sudah kenal baik sejak 15th yang lalu, dia bukan hanya sekedar stuntman atau team manager aja tapi sudah seperti kaka buat gw,"  

Demian meminta pengertian kepada seluruh warganet agar paham dan mengerti atas keadaannya. Serta meminta doa agar Enchon dapat sembuh secepat mungkin.

memasuki hari keempat di RS Royal Taruma, Jakarta Barat ternyata kondisi Echon mulai membaik,...Meski tidak berbicara, Echon bisa berkomunikasi dengan menggunakan kertas dan pena.

"Doakan yang terbaik biar Echon cepet sembuh. Pokoknya sudah membaik, sudah melalui masa kritis," 

"Sudah sadar, walaupun belum 100 persen,"

Hingga kini kondisi Echon masih mendapatkan perawatan medis dan terus dipantau oleh tim dokter di RS Royal Taruma, Jakarta Barat.